Redenominasi Rupiah


Apakah anda sudah tahu dengan redenominasi ?, dalam waktu dekat pastinya anda akan sering mendengar redoniminasi uang, yaitu BI (Bank Indonesia) yang akan mengeluarkan peraturan baru tersebut.

Redenominasi Rupiah yaitu Penurunan nominal rupiah, misalnya Rp. 10.000,- menjadi Rp. 10,-.

Bank Indonesia sedang mengkaji kebijakan redenominasi atas matau uang rupiah, kebijakan ini diambil setelah hasil riset World Bank yang menyebutkan, Indonesia termasuk negara pemilik pecahan mata uang terbesar kedua di dunia setelah Vietnam. Uang pecahan terbesar ditanah air Rp. 100.000,- hanya kalah oleh dong Vietnam (VND) 500.000

Wacana ini rencananya akan dilaksanakan pada 10 tahun kedepan. Redenominasi dilakukan dengan melakukan pemotongan yang biasanya berjumlah tiga nol dibelakang.

uang yang akan diredenominasi yaitu :

Rp. 100.000, dipotong menjadi Rp. 100,

Rp. 50.000, dipotong menjadi Rp. 50,

Rp. 10.000, dipotong menjadi Rp. 10,

Rp. 1000,-  dipotong menjadi Rp. 1,-.

Menurut BI (Bank Indonesia) dengan uang yang nominal besar tidak efisien serta merepotkan pembayaran, mempermudah dan lebih efisien dalam pencatatan pembukuan, terutama bagi dunia bisnis.

Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution menuturkan, akhir tahun ini, BI akan menyelesaikan segala macam persiapan. “Nanti, pelaksanaannya setelah selesai hasil studi kami yang dipersiapkan akhir tahun ini, mulai dua tahun kedepan yaitu tahun 2011 dan 2012 adalah masa sosialisasi”, kata Darwin, Selasa (3/8).

Kegiatan sosialisasi tidak akan melulu dilakukan lewat media massa seperti tv dan koran, BI juga akan banyak merekrut pihak ketiga untuk mengkampanyekan ini. “Apa cukup waktu dua tahun untuk sosialisasi? Menurut BI itu cukup,” tegas Darwin.

Nah, memasuki tahun 2013, tahapnya mulai ke masa transisi. Masa transisi akan digelar selama 3 tahun hingga 2015. Darmin bilang, dalam masa ini, akan ada dua quotasi penyebutan nominal uang. “Ini akan ada aturannya, akan ada undang-undangnya. Jadi, nanti satu toko yang menjual barang wajib memasang dua label harga yakni harga barang lama dan baru. Misalnya, ada barang seharga Rp. 10.000,- maka labelnya ada dua yaitu satu seharga Rp. 10.000 dan label kedua Rp. 10,” jelasnya. Nantinya uang baru akan dilengkapi dengan tulisan ‘baru’, seperti di Turki, ditulis ‘New Lira’, katanya.

Tahap selanjutnya yakni tahun 2016 sampai dengan 2018, Bank Indonesia memastikan uang lama dengan jumlah nol yang masihh belum dipotong akan benar-benar habis. “Uang lama akan berakhir proses penarikannya tahun 2008,” katanya.

Masuk tahun 2019 sampai dengan tahun 2020, keterangan ‘baru’ dalam uang baru akan dihilangkan. “Dan kita semua sudah mulai bisa bayar membayar dengan uang baru yang telah di redenominasi,” Jelas Darmin.

Saya yakin, kalau kebijakan ini dilakukan pada saat yang tepat dan dengan tujuan yang lebih baik pula, tentu tidak ada lagi kerisauan dan keresahan pada masyarakat, sehingga nantinya semua berjalan lancar dan masyarakat akan dapat menerima akan semua perubahan ini.

Jadi, bagaimana dengan anda…?

Maukah uang anda dipotong dari Rp. 10.000,- menjadi Rp. 10,-…..?????

Advertisements

16 thoughts on “Redenominasi Rupiah

  1. terobosan yang bagus dari BI.. sebenarnya saya dari dulu ngerasa heran klo bandingn nilai tukar uang negara kita dengan negara lain.. kok perasaan nol nya banyak bangeet yaa….

  2. Kayanya perlu sosialisasi yang luas agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. Saya pribadi juga masih kurang mengerti tentang hal ini. Pastinya gaji pokokku tinggal Rp 1500 saja. Wah, lucu ya. Serasa nggak percaya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s