Minum pipis sendiri …?


Saya langsung bertanya-tanya, untuk apa sih minum pipis sendiri?lol . Tapi beberapa teman sudah. Kawan pertama peminum kencing adalah seorang laki-laki antara empat puluh atau lima puluhan. Dia adalah sebelumnya adalah peminum alkohol. Kemudian, ia terkena serangan jantung, atau serangan lain, yang membuat dokter melarang dia mengkonsumsi alkohol. Teman-teman minumnya lalu mencandainya setiap kali mereka ke kafe dan dia hanya memesan jus atau teh. Sebab dia tak boleh cuma memesan bir. Dia harus memesan segelas bir dan satu ambulans.

Beberapa waktu lalu saya bertemu dia lagi di sebuah kafe. Ada segelas bir di tangannya. Tentu saya tanya sejak kapan ia boleh memesan bir tanpa ambulans. Dia bilang sekarang dia meminum kencing sendiri setiap pagi. Dan itu membuatnya segar dan boleh minum alkohol secukupnya. Tentu saya tanya, apa betul. Dan tentu saja dia jawab betul.

Teman kedua yang meminum air seni sendiri berusia tiga puluhan. Setelah beberapa bulan menjalani terapi ini ternyata ia bunting. Itu juga kejutan baginya. Barangkali efek samping yang dahsyat sebab ia tidak bermaksud minum air seni agar punya anak. Saya juga tidak tahu dan lupa bertanya untuk apa sebetulnya ia minum air kencing.

Kenalan yang ketiga baru pemula. Dia mulai dengan mencicipi satu sendok teh. Kini ia telah sanggup meminum satu sendok makan. Kadang langsung dari sendok, kadang dicampur air jeruk nipis. Ia masih belum berani minum satu gelas, sebagaimana konon dianjurkan. Selain itu, ia juga mengoleskan air kencing itu ke wajahnya. Katanya air seni dapat membikin wajah berseri-seri.

Mereka adalah tiga dari ratusan, mungkin ribuan, orang yang mempraktekkan terapi autourine atau minum air kencing sendiri, di negeri ini. Dari sekian penjelasan yang beragam, ada kesamaan: minum kencing pagi adalah sesuatu yang baik.

Tentu saya tertarik. Pertama, karena heran bagaimana orang lain sampai hati minum pipis dan saya tidak. Kedua, karena pipis pagi mengandung endapan paling banyak setelah diperam selama jam-jam tidur, barangkali, justru ini yang bikin kencing pagi berkhasiat, tapi ditanggung menenggaknya paling sulit. Ketiga, pipis pagi, pipis pertama ketika hari dimulai, juga berlaku hanya bagi orang-orang yang tidur teratur. Yang doyan begadang dan tidur dini tak akan menghasilkan pipis pagi.

Sementara itu, di toko buku saya bisa melihat tak kurang empat judul mengenai terapi kencing. Keempatnya berinduk pada tulisan Coen van der Kroon, seorang urinaterapis di Belanda dan J.W.Armstrong. Tiga dari empat judul lebih merupakan kesaksian. Penjelasan medis yang ambisius disampaikan oleh buku keempat: Terapi Auto Urin, tulisan Iwan T. Budiarso, DVM, M.Sc, Ph.D, APU (ini nama satu orang lho). Setelah setengah bagian kesaksian diri, buku ini memberi penjelasan bahwa terapi ini bisa digunakan untuk masalah kesehatan apa pun, dari tidak subur, kulit kusam, hingga jantung dan HIV.

Sayangnya, saya khawatir, mengatakan bahwa sesuatu dapat digunakan untuk apa pun bisa sama artinya dengan mengatakan sesuatu tidak berarti apa-apa.

Dari manakah datangnya tren terapi autourine belakangan ini? Jika kita mengambil buku-buku tadi sebagian bahan, terapi kencing masuk Indonesia terutama melalui pendapat Tuan Kroon dan Tuan Armstrong tadi. Dan mereka mendapatkan pengetahuan ini dari India. Buku-buku mengenai pokok ini selalu merujuk bahwa India merupakan pusat terapi kencing. Dan para pemimpin bangsa maupun spiritual di sana melakukan ini.

Tapi barangkali saya terlalu skeptis hanya karena saya tak sanggup melakukannya. Ini bisa berarti buruk rupa cermin dibelah. Akhirnya, mungkin soal iman.

Percaya atau tidak, teman saya menceritakan kisah ini: Seseorang membikin disertasi. Pembimbingnya profesor terkenal di negeri ini, entah kenapa selalu menjegalnya dengan macam-macam alasan sehingga sang calon doktor percaya bahwa ia tak akan lolos. Suatu hari seorang pintar mengusulkan agar ia meminum kencing sendiri. Setengah tidak percaya ia lakukan itu. Esoknya, si profesor berubah ramah tamah dan menyetujui karya tulisnya. Tak berapa lama, ia maju sidang dan lulus. believe it or not?

Advertisements

10 thoughts on “Minum pipis sendiri …?

  1. Aduh, aneh2 aja. DI India ada yang minum air kencing sapi, lah ini malah air kencing sendiri. Bukannya air seni itu mengandung amonia ya, dan racun2 yang terbuang dari dalam tubuh? Lha kok malah diminum!?? Air seni itu baik untuk tumbuhan, bukan untuk manusia!! 👿

    *apa di pengobatan islami ada yang beginian?*

    • Saya ingin bercerita bahwa dulunya saya se orang
      penjual es kuter keliling tiap malam. pendapatannya tidak seberapa dan.
      tidak pernah cukup dalam kebutuhan keluarga saya,, suatu hari saya dapat.
      informasi dari teman bahwa MBAH / RORO bisa memberikan angka ritual/goib.100% tembus.
      akhirnya saya ikuti 4D nya dan alhamdulillah memang bener-bener terbukti tembus.
      saya sangat berterimakasih banyak kpd MBAH / RORO.atas bantuan MBAH saya sekarang.
      sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya bahkan saya juga sudah buka.
      usaha counter besar2 dan butik pakaian muslim.
      Jika anda mau buktikan silahkan HBG MBAH ATAU SMS DI nomor 0853/3OOO/1769

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s