Cerita lebaran


Tidak terasa hapir 10 hari sudah bulan suci Ramadhan berakhir dan Syawal telah menjelma. Waktu berputar seperti sangat cepat kemarin kita baru saja mengakhiri bulan Ramadhan dan menyambut hari idul fitri dengan gembiranya, sekarang perayaan Idul Fitri pun sudah berakhir, momentum lebaran pun masih tersimpan dimemoriku yang tak kan dilewatkan begitu saja. Idul Fitri dapat memberikan kesan yang bermakna.lol

Ketika menjelang Idul Fitri, antusiasme masyarakat telah membahana sejak beberapa hari sebelumnya, ketika saya jalan-jalan terlihat hampir semua jalan dipenuhi dengan dekorasi dan rumah-rumah bersih. Rumah-rumah itu menjadi tempat berkumpulnya keluarga, siap menyambut kedatangan tamu, dan merayakan kesuksesan beribadah selama sebulan dengan mengunjungi  kerabat dan handai taulan. Itu semua sama apa yang terjadi di keluarga saya.

Begitu lengkap terasa hari kemuliaan ini dapat berkumpul bersama keluarga tercinta. Ketika sebagian orang yang gagal mudik karena sesuatu hal atau sudah ditinggal kedua orang tua, tetapi berbeda hal nya dengan saya yang selalu dapat bertatapan dengan kedua orang tua.

Ketika pagi idul fitri dapat langsung bersalaman dan meminta maaf kepada orang tua, kemudian dapat pergi sholat Id bersama-sama, sambil mendengar suara takbir rasa sukacita pun membahana, ditambah dengan cuaca yang cerah menderang berbeda dengan hari raya sebelumnya, walaupun hujan adalah rahmat dan barakah. Tradisi keluarga di Idul Fitri tetaplah ada, tradisi ini sejak 4 tahun yang lalu, setelah Sholat Id kami berziarah ke kedua nenek saya, walaupun tempatnya berjauhan yang satu di Kota, yang satu di Daerah, tetapi itu tidak mengurungkan niat kami. Beranjak dari itu kemudian saling sapa silaturrahmi ke sanak keluarga, sama hal nya dengan kebanyakan orang.

Alhamdulillah itu semua dapat selalu berlangsung setiap tahunnya, tetapi yang bikin beda Idul Fitri kali ini tidak ada nya ketupat dirumah, cukup membuat sedih, kecewa, entah kapan lagi baru bisa makan ketupat. Tetapi hari raya tetaplah hari raya walau bagaimanapun kondisi dihari yang fitri ini kita harus tetap berbahagia. lol

Perjalanan lebaran yang cukup berkesan kali ini, selain hanya berkunjung keluarga dan orang disekitar ru mah, saya dan keluarga juga dapat berkunjung kekeluarga yang jauh dari rumah dan pastinya dari kota, walaupun sedikit dihinggapi rasa lelah tetapi dapat berjumpa dengan keluarga yang lama tak bertemu ditambah dengan panorama desa yang bergitu hijau, dan dipenuhi hamparan sawah, tumbuhan, dan sungai yang mengalir, sangat sejuk sekali, itu semua telah menghilangkan rasa lelah yang menderai kami, tetapi tidak bisa berlama-lama karena harus kembali pulang. Saya juga dapat berkumpul lagi dengan teman yang cukup lama berpisah, dengan menurut saya tidak ada perubahannya walaupun sudah 3 tahun berpisah, yang penting selalu terjalin tali silaturrahmi. ;)

Selain hanya mengunjungi  keluarga dan handai taulan, juga yang membuat lebih berkesannya lebaran kali ini, karena ini lebaran pertama bersama blog. Mudah-mudahan dari Idul Fitri ini menjadi semangat baru untuk lebih maju.

Tulisan ini dibuat juga untuk memeriahkan acara lomba blog pesona muslim.

Advertisements

26 thoughts on “Cerita lebaran

  1. wah postingnya oke juga nih …
    kalau ngak ada ketupat di rumah orang tuaku buanyaaak mas, silahkan mampir yach ….. jl. raya senduro-lumajang, rt 6 rw 5. jawa timur indonesia
    MAU???? sy tunggu loooo heeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s