Belajar Dari Kearifan Anak-anak


Eramuslim – Steven W. Vanoy dalam sebuah bukunya yang berjudul, 17 Anugerah Terindah Untuk Orang Tua; Belajar Dari Kearifan Anak-Anak, menggambarkan betapa anak-anak dengan segala tingkah dan perilakunya mengajarkan para orang tua tentang banyak hal. Hal itu. Sekaligus menyadarkan kepada kita, bahwa bukan kita yang hendak memberikan pelajaran kepada anak-anak yang selama ini selalu kita anggap sebagai “Unknown Species”. Justru, menurut Vanoy, anak-anaklah yang menjadi guru untuk orang tuanya.

Saat anak-anak menangis, berteriak, tersenyum, tertawa, serta berbagai ekspresi lainnya, mereka melakukan semuanya itu tanpa beban, tanpa mempedulikan resiko apapun yang bakal mereka terima setelah melakukan segala perbuatannya itu.

Sangat mungkin mereka menangis sejadi-jadinya, sementara si orang tua sering tidak mengerti permintaannya. Orang tua sering kali hanya bisa bersabar dan mencoba-coba memberikan berbagai tawaran. Sungguh, kita sedang melatih kesabaran dengan tangisan dan rengekan mereka.

Kita belajar menerima segalanya dengan tangan terbuka dan ikhlas, qona’ah ( menerima apa adanya) saat menggantikan popok mereka yang basah dan bau oleh buang airnya.

Yang terpenting, jika kita mau mencermati, sungguh anak-anak dengan segala ekspresi spontannya mengajarkan kita tentang hakikat hidup. Mereka polos dan lugu, lalu mengapa kita masih suka menggunakan topeng kepalsuan ?. Mereka tersenyum dan tertawa jika mereka suka dan mau. Tetapi kita, terus menerus merasa terpaksa untuk sekedar tersenyum atau bersikap ramah kepada orang lain. Selain kita juga sering memilah-milih orang yang harus kita senyumi, sementara anak-anak tidak.

Pada saat-saat tertentu mereka tertawa tak habisnya kala merasa senang atau lucu dan tidak lama kemudian menangis sejadi-jadinya jika lapar, haus ataupun merasa tidak nyaman. Kita sadari, bahwa mereka melakukan suatu proses hidup yang seimbang. Sebab hidup, tidak selamanya menyenangkan tetapi juga tidak selamanya susah.

Mereka begitu menyadarkan kita, bahwa kita harus bisa menerima segala kesenangan dan kebahagiaan hidup. Namun tidak pula lupa bahwa ada masa dimana kita merasakan pahitnya kehidupan yang suka atau tidak harus dihadapi.

Mereka akan meminta sesuatu yang mereka mau, tanpa mempedulikan apakah kita sanggup mengabulkannya atau tidak. Namun, mereka tidak akan memukul atau memaki jika ternyata permintaannya tak terkabul. Mereka meminta dan terus meminta setiap kali keinginanya tidak terpenuhi.

Kita begitu egois, ingin mendapatkan segala sesuatu yang diingini. Padahal tidak semua yang diinginkan bakal menjadi milik kita. Bukankah Allah SWT telah mengatur rizki dan pembagiannya terhadap seluruh makhluq-Nya ?.

Kita begitu cepat merasa putus asa, ketika gagal, kalah dalam tender bisnis, tidak naik pangkat dan beragam persaingan lainnya dalam hidup. Seperti halnya anak-anak, seharusnya kita sadar bahwa selain usaha ada harapan (do’a). Seperti juga anak-anak, semestinya kita tahu, bahwa kita makhluk lemah dan hanya Allah yang mampu memberi kekuatan.

Sampai akhirnya saat mereka terlelap. Betapa kedamaian dan ketenangan terpancar dari wajahnya. Dimanakah kedamaian dan ketenangan seperti itu kita dapatkan?. Anak-anak menciptakan sendiri kedamaian untuk mereka, selain mereka tahu bahwa Allah juga berperan menentukan ketentraman dihati manusia dan juga didunia. Tapi, bukankah urusan pribadi dan dunia Allah sudah menyerahkan sepenuhnya kepada manusia? Bahwa, Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaannya …(QS. Ar Ra’d:11).

Jadi, mulai sekarang perbanyaklah waktu untuk bercengkerama dengan anak-anak. Sehingga akan lebih banyak pelajaran yang kita dapat dari mereka. Ratusan, ribuan, jutaan bahkan mungkin tidak terhitung jumlah pelajaran dari mereka. Wallahu a’lam (bay)

Advertisements

10 thoughts on “Belajar Dari Kearifan Anak-anak

  1. ehm … dapat satu pelajaran lagi nih dari kakak …
    ya, kita belajar bisa dari siapa saja dan apa saja … tidak mengenal usia dan jarak …
    termasuk belajar dari imutnya anak-anak …
    kapan ya denuzz punya anak????

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s