Kekuatan Sang Waktu


Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (QS. Al-Ashr : 1-3)

Bagaimanapun orangnya, apapun pangkat dan kedudukannya, betapapun kuat dan perkasanya pasti tidak akan mampu untuk mengalahkan suatu kekuatan yang tak terkalahkan yang kehadirannya secara pasti melahap dan menindas manusia. itulah kekuatan sang waktu yang merambat detik-demi detik, menit demi menit tanpa dapat dicegah oleh apapun.

saking pentingnya keberadaan waktu maka taklah heran apabila Allah swt berkali-kali bersumpah dalam Al-Qur’an berkaitan dengan waktu, Wal ashr (demi waktu atau demi masa), wadh dhuha (demi waktu dhuha), Wallail (demi waktu malam), Wannahar (demi waktu siang). Demikian pula Imam Ali ra. Menganalogikan waktu sebagai sebilah pedang (al waqtu kas saif), ia bisa menebas siapa saja orang yang tidak mampu menggunakan waktu dengan baik. Kesuksesan seseorang atau kejayaan sebuah bangsa dapat kita lihat dari bagaimana cara mereka mengelola sang waktu. Bangsa yang berleha-leha dan membuang waktu dengan hiburan, akan keterbelakang dalam pergaulan dan peradaban dunia. Berbeda pula dengan seseorang yang menggunakan waktunya dengan kesibukan-kesibukan yang produktif pada akhirnya nanti akan menuai hasil dari usaha yang ia kerjakan. tidaklah mengherankan jika seorang ulama besar seperti Hasan Al-Banna mendefinisikan waktu sebagai kehidupan, sebab barangsiapa yang menyia-nyiakan kekuatan sang waktu berarti ia telah menyia-nyiakan kehidupannya sendiri.

Karena itu memahami karakteristik sang waktu, menjadi hal yang sangat perlu dipahami, agar kita bisa menghargai waktu dan memanfaatkannya secara bijak.

Kekuatan Sang Waktu

Pertama, jatah waktu yang diberikan Allah swt kepada setiap manusia dalam seharinya adalah sama. manusia mengukur harinya 24 jam dan dipecah lagi kedalam menit dan detik. Dalam waktu yang 24 jam ini sebagian manusia benar-benar memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang produktif. setiap keadaan yang dilihatnya menjadi potensi yang bisa diwujudkannya. Setiap keadaan yang dilihatnya menjadi peluang yang semakin menantang untuk merealisasikan potensi diri. Walau memiliki jatah yang sama, kualitas dan kondisi manusia berbeda-beda, karena perbedaan mereka dalam memanfaatkan waktu. waktu adalah perekam abadi yang akan mengekalkan segala keagungan dan kemuliaan seseorang. Dan yang utama, waktu adalah modal kita, kehidupan kita. Tiada yang dapat terjadi tanpa dia. Maka sungguh suatu kerugian yang besar apabila seorang hamba tidak memanfaatkan waktunya secara optimal.

Kedua, waktu adalah sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa kembali. Inilah yang menyebabkan waktu memiliki nilai yang sangat berharga. Dikisahkan bahwa suatu waktu khalifah Umar bin Abdul Aziz sesampai dirumah setelah mengurus jenazah Sulaiman bin Abdul Malik kakeknya. Khalifah sedang beristirahat tidur-tiduran diranjang, kemudian datang anaknya Abdul Malik, dan ia bertanya: “Wahai Amirul Mu’minin, gerangan apakah yang menjadikan anda tidur-tiduran disiang hari bolong ini. Jawab ayahnya: “Aku letih aku butuh istirahat”. Abdul Malik berkata, “Pantaskah anda istirahat, padahal disana rakyat sedang membutuhkan pertolongan anda”. Jawab ayahnya, “Semalaman aku menjaga pamanmu dan itu mendorong aku untuk beristirahat, nanti setelah dhuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang yang tertindas dan teraniaya”. Anaknya bertanya, “Wahai Amirukan Mukminin siapakah yang menjamin anda hidup sampai dhuhur. Bagaimana seandainya Allah swt menakdirkan anda meninggal sekarang?” Kemudian Umar pun bangun dan membawa sekarung gandum, lalu mencari orang yang kelaparan”. Dalam kisah ini tampaklah betapa tanggungjawab mengelola waktu. Marilah kita berlindung kepada Allah swt dari segala kelalaian dalam memanfaatkan, mengelola waktu dengan optimal, penuh makna sesuai dengan yang telah dituntunkan Allah swt dan Rasul-Nya.

Ketiga, waktu adalah linier, dan ia adalah kehidupan manusia itu sendiri. Ya, hidup kita adalah waktu itu sendiri, yang menggelinding tiada henti. Maka tepatlah jika Imam Hasan Al-Banna mengatakan:
“Kenyataan hari ini adalah harapan hari kemarin, dan harapan hari ini adalah kenyataan dihari esok. Berusaha dengan sebaik-baiknya pada hari ini akan memetik akibat di hari yang akan datang. Bahkan dimana tempat kita di hari Yaumil akhir datang, bisa kita lihat dari apa yang kita kerjakan hari ini”.

Manusia yang bijak akan mengalokasikan waktunya untuk memperteguh keimanan, beramal shaleh dan berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Tiga kunci yang telah diberikan Allah swt kepada kaum muslimin agar terhindar dari kebinasaan di dunia dan akhirat. yaitu, Iman, amal shaleh, dan dakwah.

Dalam kehidupan ini kita dapat melihat manusia terbagi dalam tiga kelompok dalam hal cara menggunakan waktu. Yaitu, Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal dan ia melakukan sesuatu yang tidak diminati oleh orang yang gagal. Orang yang Malang, yaitu orang yang hari-harinya selalu diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu dengan esok harinya. Orang hebat, yaitu orang yang sedia melakukan sesuatu sekarang juga bagi mereka tiada hari esok.

Waktu terus berlalu tanpa henti, detik demi detik, menit demi menit dan sekarang kita berada dipenghujung tahun 2011 yang sebentar lagi memasuki tahun 2012. Setiap detik dan menit yang kita lalui harus diperhitungkan dengan matang, cermat dan sebaik-baiknya. Waktu mempunyai nilai yang sangat berharga dan sangat menentukan. Waspadalah terhadap waktu, waspadalah…!!!

Baca Artikel Terkait :

Advertisements

11 thoughts on “Kekuatan Sang Waktu

  1. Pingback: Jangan Berputus Asa « Saipuddin's Blog

  2. Ini dia mas, kalau udah ngeblog, terkadang sampai lupa waktu. Padahal begitu kuatnya kekuatan waktu ini. Belajar ngurangi didepan komputer ah.
    Terimakasih telah berbagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s